Hallo, selamat datang di Diaryku … namaku Doroty. Aku adalah
seorang gadis berusia 15 tahun yang kata orang tuaku memiliki paras yang
cantik, tapi jujur hanya mereka berdua yang mengatakannya. Hmmm aku ini berasal dari keluarga sederhana. Ayahku adalah seorang pemilik
toko roti di daerah tempatku tinggal, sedangkan ibuku seorang perajut rumahan, tapi walaupun begitu rajutan ibuku benar-beanr bagus lohh bahkan ada beberapa tetangga yang memesan rajutan ibuku. Oiya aku memiliki seorang
kakak laki-laki yang bernama Kaori, dia sangat pintar tidak seperti aku. Kaori
kini sudah duduk di kelas 3 SMA. Selain kakak laki-laki, aku juga memiliki adik
perempuan. Dia adalah Hikari, usianya masih 4 tahun dia sangat lucu dan aku
suka sekali bermain dengannya.
Hari ini adalah hari pertamaku masuk SMA. Jujur, awalanya aku
gugup karena aku takut tidak bisa memiliki teman di sekolah baruku. Aku
bukanlah anak yang pandai bergaul, di SMP saja aku hanya memiliki 3 teman,
mereka adalah Aiko, Kazumi dan Eri. Hanya mereka bertiga yang mau berteman
denganku. Ya, siapa yang mau berteman dengan gadis yang memliki IQ dibawah
rata-rata sepertiku? melihatku saja sudah malas. Tapi, tanpa kusangka setelah sampai di sekolah aku
langsung mendapatkan teman baru, yaitu Akane. Akane sangat sangat cantik, aku
kagum dengannya. Dia memiliki rambut berwarna hitam kecoklakan, tubuh yang
indah dan satu lagi, dia wangi hehehe. Selain memiliki penampilan yang menarik dia
juga baik, terutama padaku buktinya dia mau berbagi bekal denganku yang
notabenenya adalah orang yang baru dikenalnya. Bahkan dia memutuskan untuk
menjadi sahabatku. Aku merasa telah diberkati oleh dewi fortuna.
Awalnya kami melewati hari pertama sekolah dengan gembira,
sampai akhirnya ada senior yang sangat menyebalkan dan sok berkuasa. Dia
memarahiku dan Akane habis-habisan hanya karena kami memasukkan sampah ke tong
yang salah. Kami memasukkan sampah plastik ke tong dengan label “Sampah
Organik” huffttt benar-benar tidak masuk akal. Aku benar-benar kesal karena aku
dan juga Akane dipermalukan hanya karena Memasukkan-Sampah-Ke-Tong-Yang-Salah, cihh apa-apaan ini. Dan gilanya kami dihukum dengan harus mengalungi tong sampah ditubuh kami kemudian berkeliling sekolah untuk meminta sampah pada anak-anak di sekolah sampaai bel
pulang berbunyi, itu sangat memalukan. Benar-benar hukuman dan alasan yang
sangat tidak masuk akal. Sebagai anak yang memiliki IQ dibawah rata-rata aku
merasa terhina. Demi dewa dewi yang melindungi bumi ini dari bencana aku akan membalas
perbuatannya, bagaimanapun caranya. Walaupun aku sendiri kurang yakin apa yang
bisa aku lakukan untuk membalasnya dan apakah aku memiliki keberanian ekstra
untuk membalasnya.
Komentar
Posting Komentar