Namaku Efita Andiana, aku adalah seorang
pelajar SMK. Aku bersekolah di SMK Negeri 14 Jakarta. Dan banyak sekali kisah
sebelum akhirnya aku bersekolah di sana.
Dulu aku adalah siswa dari SMP Negeri 77 Jakarta. Di sana aku menemukan
banyak sekali kisah. Mulai dari kisah cinta sampai persahabatan. Namun ini
adalah kisahku bersama sahabat-sahabatku. Aku memiliki 4 orang sahabat di sana,
mereka adalah Dita, Nabilah, Chindy, dan syara. Kami dipertemukan saat kami kelas 8, yaitu kelas
8-1.
Pada hari pertama masuk tahun ajaran baru 2010-2011, aku memasuki kelas
baruku dengan gembira, karena disaat itu aku telah menginjak kelas 2 SMP atau
biasa disebut kelas 8. Aku memasuki kelas dengan percaya diri. Aku pun mulai
mencari kursi kosong untuk duduk. Setelah aku menengok ke kanan dan ke kiri,
akupun menemukan salah satu kursi kosong, yang di sebelahnya duduk seorang
perempuan yang memakai kerudung. Dan aku pun mulai mendekatinya. Lalu aku pun
bertanya “boleh duduk di sebelah lo?”. Lalu iya pun menjawab dengan suara
lembut “iya, silahkan duduk aja”, jawabnya sambil tersenyum. Setelah aku duduk
di sebelahnya aku pun bertanya tentang dirinya. Aku mulai percakapan dengan menanyakan
nama dan asal kelasnya, karena sebelumnya kami tidak sekelas dan aku belum
pernah kenal dengan nya. Dan ternyata namanya adalah Nabilah Safira, dan ia
berasal dari kelas 7-2.
Setelah beberapa lama kami bercakap-cakap, bel masuk pun berdering. “Kriiiiingggggg
….. kriiiiinggggg …. kriiiiinggggg”. Anak-anak pun berlarian ke lapangan. Lalu
aku pun bergegas untuk turun ke lapangan, karena akan diadakan upacara
penerimaan murid baru. Lalu aku mengajak Nabilah untuk turun bersamaku. Dan
akhirnya kami jalan berdua menuju lapangan untuk mengikuti upacara bendera.
Setelah 1 jam berlalu, upacara pun telah selesai. Para murid pun mulaii
bergegas menuju kelas masing-masing, termasuk aku dan Nabilah.
Setelah sesampainya kami di kelas, kami sudah tidak saling bercakapan
lagi. Karena Nabilah sibuk menggambar. Aku pun mulai bosan dengan keadaan yang
sepi. Aku pun bertanya padanya “hei bil, lagi gambar apa??”. Dia pun menjawab
“aku lagi gambar tokoh kartun fit”, jawabnya sambil seraya memperlihatkan
gambarnya padaku. “ohehe … gambar lo keren banget ya?? Lo les gambar ya?”,
tanyaku lagi. “engga kok fit, aku belajar sendiri”, jawabnya. “wooww!! Serius??
Ihh keren ya? Bisa gambar sekeren dan sebagus itu tanpa les”, pujiku. “aaaa …
fitaaa … bisa aja, aku juga lumayan lama belajarnya”, jawab nabilah dengan
wajah tersipu. “oiya lo ngga pake lo/gue ya?”, tanyaku penasaran, karena dia
selalu berkata aku/kamu sebagai kata pengganti. Nabilah pun menjawab “hehehe engga
fit, aku udah kebiasaan pake aku/kamu dari dulu, emangnya kenapa fit”. “oh ngga apa-apa Cuma ngerasa ngga enak aja,
lo pake aku/kamu, sedangkan gue pake gue/lo” jawabku. “Yaudah mulai sekarang
pake aku/kamuu ahhh kalo ngomong sama Nabiiil”,akupun bicara sambil tertawa.
Dia pun menjawab “Aaaahh … Fitaaa … ngeledek aja nih -_-”. “ahahaha bercanda
bil, tapi serius aku mau pake aku/kamu aja, gapapa kan?” tanyaku pada Nabilah.
“ohoke gapapa, terserah kamu aja hehehe”, jawabnya sambil memeragakan simbol
oke dengan tangannya. Akupun hanya tersenyum-senyum melihat tingkahnya yang
lucu dan seperti anak kecil itu.
~~Dan setelah percakapan kami tadi, wali kelas kami pun masuk
dan memberi pengarahan dan memulai pengenalan diri ke depan kelas. Setelah itu
mulai pengenalan dengan guru-guru yang akan mengajar di kelas kami. Dan sedikit
pengenalan materi yang akan dipelajari pada semester 1~~
Setelah beberapa jam pengarahan, sekarang adalah saatnya untuk
istirahat. Anak-anak mulai pergi ke kantin untuk membeli makanan. Dan aku pun
juga ingin membeli makanan, dan aku mengajak Nabilah ke kantin. Namun dia
menolaknya, dengan alasan dia membawa bekal ke sekolah. Aku pun ke kantin
dengan teman ku yang berada di kelas lain. Lalu setelah istirahat aku masuk
kembali, dan memulai semua aktivitas di kelas sampai sore.
Setelah beberapa hari aku masuk sekolah, aku tidak hanya mengenal dan
bermain dengan nabilah yang duduk sebangku denganku saja. Aku pun mulai bermain
dengan Syara, yg sudah aku kenal sebelumnya di kelas 7, walaupun tidak terlalu
akrab, serta Dita dan Chindy yang baru aku kenal di kelas 8. Setelah itu kami
mulai bermain bersama setiap hari, tidak jarang kami pun saling bercanda
bersama, makan bersama serta belajar bersama.
Hari demi hari pun telah kami lewati. Aku pun telah mengetahui
sifat-sifat masing-masing dari mereka. Dita dengan sifat yang selalu ceria,
Chindy yang sedikit aneh dengan tingkah konyolnya yang selalu membuat kami
tertawa, namun mudah unmood. Syara yang pintar walaupun terkadang sedikit
galak, Nabilah yang polos, lucu dan gila Anime, dan aku Efita yang suka telmi
sendiri kalo lagi ngumpul bareng. Namun dengan sifat kami yang bermacam-macam
membuat kami saling melengkapi dan menjadikan hububungan kami sangat dekat. Dan
dengan kedekatan kami akhirnya Chindy pun berinisiatif untuk menamai kami
dengan sebutan “DENCIS” yang berasal
dari singkatan nama-nama kami, yaitu Dita, Efita, Nabilah, Chindy dan Syara.
Walaupun awalnya kami merasa aneh dan menertawai ide yang diberikannya itu,
namun akhirnya kami pun menerima ide nya untuk menyebut kami dengan sebutan “DENCIS”.
~~pertemanan kami pun berlanjut sampai kami kelas 9, walaupun
kami sudah tidak sekelas lagi tapi kami masih tetap bermain bersama~~
Namun suatu hari ada suatu masalah saat salah 1 dari kami sedang
berulang tahun, dan dia adalah Chindy. Saat dia ulang tahun dia lebih memilih
pergi dengan teman yg sekelasnya dibanding kami yang sudah susah payah
membelikan kue untuknya. Lalu kami ber 4 pun merasa sedikit kesal padanya,
karena kami merasa dia tidak menghargai usaha kami. Lalu seketika itu Dita
datang menghampirinya dan memberikan kue yg telah kami beli dengan sedikit
kesal. Lalu dita pun berkata “nih Chin! Terima ya dari kita, Happy Birthday ya”,dengan
nada sedikit tinggi, seraya meninggalkan Chindy yang sedang berkumpul dengan
temen-teman sekelasnya. Namun beberapa saat kemudian Chindy menghampiri kami
dan bertanya “kalian marah ya?” dengan raut wajah menyesal. Lalu Dita pun
menjawab “engga kok, kita ngga marah Cuma sedikitt kesel aja. Abisnya lo juga
sih lebih mentingin temen-temen baru lo dan si fatur fatur itu yg bisanya
nyakitin lo doang”. Chindy pun membela diri dengan memberikan jawaban “ihh
apaan sih lo ta, lagian lo juga kenapa ngga bilang dari kemaren. Kan gue udah
keburu bikin janji sama mereka”. “tapi kan kita rencana nya mau bikin kejutan
Chin, eh malah lo nya gitu”, aku pun ikut angkat bicara. Di tengah pertengkaran
kecil kami Nabilah pun menenangkan kami “ah udah ah, kan chindy nya juga ngga tau kan? Terus kita
juga bisa ngumpulnya lain kali”. Dan Dita pun menjawab “iya juga sih, hmm yaudah lah Chindy kalo mau
pergi sama mereka, pergi aja sana”. “beneran nih? Kalian ngga marah kan?”,
jawab Chindy dengan memperlihatkan raut wajahnya yang konyol dan melanjutkan
berbicara dengan bahasa korea, yang kami tau bahwa dia hanya bicara asal. Dan
akhirnya pertengkaran kami tidak berlanjut, karena kami tidak bisa menahan
tertawa melihat tingkah dan wajahnya yg konyol.
~~setelah kejadian itu kami pun sudah tidak pernah bertengkar
lagi, sampai akhirnya kami sama-sama lulus dari SMP~~
Namun setelah kelulusan kami, kami merasa sedikit sedih, karena kami
tidak bisa 1 sekolah kembali. Karena orang tua ku, Syara dan Dita menginginkan
kami untuk masuk ke SMK, yaitu SMKN 14 dan itu berbanding terbalik orang tua
Nabil menginginkan Nabil agar masuk SMA pilihan orang tuanya yaitu SMAN 13. Dan
sedangkan Chindy tidak jelas akan masuk SMA atau SMK, tapi akhirnya Chindy pun
memutuskan untuk masuk di SMK yang sama dengan kami. Namun walaupun kami sudah
berbeda sekolah, kami masih sering berkumpul bersama. Dan saat berkumpul kami
pun sering berandai-andai saat kita dewasa nanti, saat kami sudah memiliki
suami dan anak, atau kami sudah sama-sama tua dan menjadi nenek-nenek, kami
masih bisa berkumpul bersama seperti sekarang ini. Dan kami juga berharap
persahabatan kami ini tak akan lekang oleh jarak maupun waktu.

Komentar
Posting Komentar