Langsung ke konten utama

Audy's Family Diaries

Diikutkan Dalam Lomba Cerpen ‘The Chronicles of Audy: 4/4’



“Audyyy!!!”

~toktoktok~

“Audy!! Udah siang, buruan!!”

Ya Tuhan, kenapa keluarga ini selalu ribut sih? Kenapa harus jam segini juga? Saat aku membuka pintu kamar, aku melihat mereka yang sudah tampak rapi.

“Apaan sih? Berisik banget?” kataku dengan mata sayup.

“Lupa? Hari ini Mas Romeo wisuda?” kata Rex mencoba mengingatkan. Huh, dia pikir aku ini pikun atau apa sih?

“Inget, kenapa?”

“Ini udah jam 8, perjalanan Jakarta-Depok ngga Cuma 10 menit”

“iya, terus?”

“Ya terus kenapa baru bangun? Ini udah jam 8!” Rex emosi, tapi aku masih santai karena Rex memang begitu. Aku tahu dia anti ngaret atau telat, tapi ngga segininya juga. Baru juga jam delapan. Eh tunggu.

“HAH? JAM 8? KOK BISA?” kataku kaget, mengingat jam wekerku masih menunjukkan pukul 5 pagi.

“Pake nanya, lagi” Rafael ikut-ikutan.

Oke, sekarang aku bingung harus apa, akhirnya masuk ke kamar mengambil weker dan menunjukkan kepada mereka semua.

“Di jamku masih jam 5, Mas. Nih liat” Aku menyodorkan weker(mati)ku ke Mas Regan untuk mencari pembelaan.

“Ngga usah cari pembelaan, mandi sekarang atau ditinggal?” Rex mengambil wekerku, lalu mendorongku masuk ke dalam kamar. Mas Regan hanya mengangguk, lalu memberi tatapan ‘sudah ikuti saja’ dan akupun buru-buru menutup pintu sebelum Rex ngamuk. Tanpa basa-basi aku langsung melesat ke kamar mandi.

Oiya yang tadi memarahiku itu Rex, kakak ketigaku. Aku tinggal bersama ketiga kakak dan satu adikku. Kami berlima tinggal di Jakarta, sedangkan orang tua kami di Semarang. Awalanya mereka tinggal bersama kami, tapi karena mereka harus mengurus usaha disana, akhirnya mereka pulang ke semarang. Dan karena mengurus pindah sekolah dan lainnya super ribet, jadilah kami berlima tetap di Jakarta.

Orang tua kami memiliki 5 orang anak. Pertama Mas Regan, dia sudah seperti ayah kedua bagi adik-adiknya, dia sangat bijak dan bertanggung jawab. Kedua, ada Mas Romeo, dia yang hari ini wisuda, dan dia adalah manusia super jahil di rumah. Ketiga ada Rex, dan dari sikapnya tadi, tentu sudah bisa disimpulkan seperti apa sifatnya, yahh walaupun dialah yang berjasa dalam pencapaian nilai 100 pada tugas matematikaku, tapi masa bodoh, aku tetap tidak suka dengan sifat juteknya, dan diantara yang lain, Rexlah yang paling sering bertengkar denganku, mungkin karena usia kami yang hanya selisih 2 tahun. Keempat aku sendiri, oiya aku anak perempuan satu-satunya dikeluarga ini. Terakhir, Rafael si balita yang super bawel, dan suka bikin ribet, mentang-mentang anak bungsu.

“Udah non mandinya?” Tanya Rex sinis, saat aku masuk ke dalam mobil.
“yuk mas berangkat, nanti telat” kataku tak mengindahkan pertanyaan Rex.

***

Saat ini kami (minus Mas Romeo, karena dia masih mengurusngurus berkas-entah-apa-yang-katanya-sebentar-tapi-sudah-satu-jam-belum-kembali) sedang di dalam mobil, oiya omong-omong proses wisuda berjalan lancar tadi.

Saat ini Mas Regan mengobrol dengan Rex, Rafael asik dengan tabletnya dan aku asik dengan ponsel milikku. Karena bosan akhirnya aku mencoba mengajak Rafael ngobrol.

“Fa, Jurassic World udah keluar lohh! Kata temenku keren banget, minggu depan nonton yukk”

Mas Regan yang sebelumnya masih mengobrol akhirnya nimbrung.

“Eh mau nonton? Abis ini gimana? Udah lama ngga nonton bareng.”

“Ayokk mas, cari makan dulu tapi, laper” kataku semangat.

“Iya mas mau!” Rafael tak kalah semangat.

“Sekalian ke toko buku ya mas?” timpal Rex.

“Yaudah, kita tunggu Ro...” belum selesai bicara Mas Romeo masuk mobil.

“Sorry lama, tadi agak ribet. Oiya langsung pulang nih?” Mas Romeo duduk di sebelah Rafael.

“Audy mau nonton Jurassic World katanya”

“Wih asik tuh, aku juga rencananya mau nonton tapi belom jadi. Pas banget ya? Kita memang sehati ya Dy? hahaha” Mas Romeo tertawa seraya mengacak-acak rambutku.

“Dih? Apaan? ngga ada sehati-sehatian deh! Siapa yang nolak ajakanku kemarin? Mas bilang nonton aja sama temen sekolahmu. Aku tuh ngga bisa diginiin, Mas!” kataku dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat. Dan pada saat itu juga kami semua (minus Rex) tergelak bersamaan.

“Drama”

Rex tiba-tiba nyeletuk, membuatku sedikit kesal, dan akhirnya aku melemparnya dengan case ponselku,  walaupun meleset, tapi berhasil membuatnya melotot.

“Apa?” tantangku.

“Mas, Fa, liat deh Rex udah kayak Leak kalo melotot gitu ya? hiiiiii” Saat ini Rex hanya bisa menghela nafas, sementara aku Rafa, dan Mas Regan dan Mas Romeo tertawa bersamaan.

“Mas seneng deh kalo kalian kayak gini, walaupun kita jauh dari orang tua, tetep bisa akur gini. Ya meskipun masih suka ribut kaya barusan sih”

“Oiya inget, kita cuma berlima di Jakarta, jangan pernah sungkan curhat satu sama lain. Kalau emang ada masalah omongin dulu, jangan asal ngadu ke mama. Kasihan mama, nanti khawatir.”

“Audy tuh, mentang-mentang cewe sendiri, suka pengaduan, nyebelin” Rafael ikut-ikutan, aku hanya bisa menggaruk tengkukku yang tidak gatal sama sekali.

“Jangan gitu Fa, pokoknya kalo ada apa-apa cerita, karena kita ini keluarga. Sengeselin apapun itu, setidaknya keluargalah yang perduli dan sayang sama kamu tanpa syarat apapun”

Walaupun Rafael tampak bingung dengan kata-kata Mas Regan, tapi aku, Rex, dan Mas Romeo tahu betul apa maksudnya, dan kami setuju itu, karena pada akhirnya keluargalah yang akan berjuang sampai akhir dalam keadaan sesulit apapun. Hanya Keluarga…

~Selesai~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Magang di Auto 2000

Alohaaa ... gue baru sempet nge blog lagi nih setelah 2 minggu kemaren ngga ada istirahatnya ,,, dan hari ini gue free alias ngga ada kegiatan, jadi gue nyempetin buat ngeblog lagi hehehe Oiya kali ini gue mau ngebahas tentang pkl/magang gue nih di Auto 2000 Salemba bareng Riska, Apri dan Eko yang dimulai dari tgl 1 juli kemaren. Udah 2 minggu kita magang disana ... oke kita mulai ceritanya cekidotttotdot ~~~~ Oke pertamanya gue nunggu nunggu banget dari kapan tau moment pkl ini, soalnya menurut kakak kakak kelas gue masa pkl itu enak ,,, dan gue sampe ngitungin dari hitungan bulan sampe hitungan hari (berasa nungguin mau ngelahirin cuy) tapi setelah penantian yg cukup panjang dan melelahkan akhirnya hari dimana gue pkl pun tiba juga ... jreng ... jreng ... jreng *backsoundgitar* Ini adalah har pertama pkl, karena takut telatnya gue dan yang lain janjian buat dateng jam 7an di depan kantor, padahal kantor masuk jam 8 #maklum hari pertama, caper caper dikit lah sama bos wk...

Diary of Doroty #1 Hari Pertama Masuk SMA

Hallo, selamat datang di Diaryku … namaku Doroty. Aku adalah seorang gadis berusia 15 tahun yang kata orang tuaku memiliki paras yang cantik, tapi jujur hanya mereka berdua yang mengatakannya. Hmmm aku ini berasal dari keluarga sederhana. Ayahku adalah seorang pemilik toko roti di daerah tempatku tinggal, sedangkan ibuku  seorang perajut rumahan, tapi walaupun begitu rajutan ibuku benar-beanr bagus lohh bahkan ada beberapa tetangga yang memesan rajutan ibuku. Oiya aku memiliki seorang kakak laki-laki yang bernama Kaori, dia sangat pintar tidak seperti aku. Kaori kini sudah duduk di kelas 3 SMA. Selain kakak laki-laki, aku juga memiliki adik perempuan. Dia adalah Hikari, usianya masih 4 tahun dia sangat lucu dan aku suka sekali bermain dengannya. Hari ini adalah hari pertamaku masuk SMA. Jujur, awalanya aku gugup karena aku takut tidak bisa memiliki teman di sekolah baruku. Aku bukanlah anak yang pandai bergaul, di SMP saja aku hanya memiliki 3 teman, mereka adalah Aiko, Kazum...

Secret Admirer

“Secret Admirer” Mungkin semua orang udah tau apa itu 'secret admirer' novel-novel juga udah banyak yg mengangkat tentang secret admirer bahkan ada novel yg judulnya secret admirer wkwkwk ... yap secret admirer adalah sebutan untuk pengagum rahasia ... Yg namanya secret atau rahasia pastinya diam-diam, ngga ada yg tau kecuali dirinya sendiri sama tuhan, eh tp biasanya buku diary nya tau sih (kalo yg punya diary ya, kalo yg ngga punya gimana, eh yaudahlahya kenapa jadi bahas ginian) oke balik ke secret admirer. Biasanya secret admirer itu kerjaannya mandangin orang yg dia kagumin dari kejauhan, misalnya dari balkon kelas nya gitu karena kelasnya bersebrangan, balkon rumahnya, atau di tempat yg mana orang yang kita kagumi ngga bakal tau kalo lg kita perhatiin. Biasanya seorang secret admirer itu tau banyak loh tentang orang yang dia kagumi, tapi sayang yg dikagumi ngga tau apa-apa tentang si secret admirer itu. Dan kebanyakan seorang secret admirer lebih suka menyendiri sambil ...